Thursday, March 2, 2017

KLT Demo AMNT




Sumber : Alimuddin/Radar Sumbawa
MALUK – Belasan mahasiswa yang bergabung dalam Keluarga Lingkar Tambang (KLT), kemarin menggelar demo didepan pintu masuk (gate), PT.Amman Minerat Nusa Tenggara (PT.AMNT) di Benete, kecamatan Maluk.
 
Aksi itu dilakukan menyusul meluapnya air asam tambang PT.AMNT yang mengakitkan tercemarnya air sungai setempat. Meski perusahaan telah memastikan luapan air asam tambang sudah aman, namum mahasiswa tetap mendesak manajemen perusahaan tambang tembaga dan emas itu untuk tetap bertanggungjawab. 

Seperti diketahui, air asam tambang yang ada di dam santong 3 dan dam tongo loka meluap awal februari lalu. Luapan asam tambang ini mengakibatkan tercemarnya sungai tongo. Perusahaan berdali luapan air asam tambang ini terjadi karena tingginya curah hujan yang terjadi disekitaran lokasi dam tampungan. Kondisi ini mengakibatkan over flow (meluapnya) air asam tambang AMNT.

Perusahaan juga mengklaim, pasca peristiwa itu, tim tanggap darurat AMNT sudah melakukan berbagai langka maksimal, untuk mengembalikan kondisi air sungai setempat ke kondisi normal. Bahkan dalam waktu tidak telalu lama, kondisi lingkungan sekitar pasca kasus itu sudah aman.

Aksi yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam KLT kemarin (01/03/2017), mengakibatkan terhambatnya mobilisasi kendaraan yang keluar masuk dari gate Benete. Dalam orasinya, KLT yang merupakan gabungan mahasiswa dari Kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang ini menuntut AMNT segera menutup kegiatan tambang mereka. Tuntutan itu disampaikan karena AMNT dianggap lalai. Selain itu, penambangan yang dilakukan AMNT juga telah merusak kondisi lingkungan sekitar.

“Kami meminta kegiatan AMNT ditutup. Apalagi, peristiwa meluapnya air asam tambang beberapa waktu lalu menjadi catatan buruk terkait tanggungjawab dan perlindungan lingkungan dari AMNT,” tegas Musan Nip Aditia, Kordinator Lapangan (Korlap) dalam orasinya kemarin.

Meski AMNT berdalih, pencemaran lingkungan yang terjadi akibat meluapnya air dam santong dan dam tongo loka disebabkan curah hujan yang tinggi. Namun peristiwa seperti ini bukan kali ini terjadi. Saat tambang masi dikelolah oleh PT. Newmont Nusa Tenggara (PT.NNT), tepatnya pada tahun 2003 silam, kejadian serupa juga pernah terjadi.

“Pencemaran lingkungan yang terjadi disungai tongo dan sekitarnya, ini yang ke dua kalinya selama penambangan di Batu hijau. Harusnya ini menjadi catatan penting, dan kami mendesak agar AMNT segera menghentikan aktifitas mereka,” tegasnya lagi.

KTL juga mendesak pemerintah memberikan sanksi tegas kepada AMNT. Selain itu, mahasiswa mendukung langka hukum yang ditempuh sejumlah masyarakat KSB terkait masalah ini. “Kami minta aparat hukum mengusut tuntas kasus ini. AMNT sudah lalai dalam hal tanggungjawab dan perlingungan lingkungan,” tambah Suharjo salah satu peserta aksi lainya, kemarin.

Aksi demo yang berlangsung pukul 09.00 wita hingga sore hari kemarin, mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, TNI dan juga Brimob. Selain menyampaikan sejumlah tuntutan, massa meminta presdir PT.AMNT Rachmat Makkasau menjelaskan langsung terkait masalah ini. Pendemo berjanji jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mahasiswa mengancam akan melakukan aksi lanjutan.” Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan kembali melakukan aksi serupa. Bahkan dalam jumlah massa yang lebih banyak,” tambahnya lagi. (far/cr-li)*

Massa mencoba menghalangi kendaraan milik AMNT

Security dari nawakara 911 mengatur lalulintas saat aksi demo




*Sumber harian Radar Sumbawa Edisi Kamis 2 Maret 2017

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com