Tambang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Dermaga Newmont

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunset Pantai Benete

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Aksi Protes Pemuda Desa Benete

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, July 13, 2018

Mengintip Usaha Madu Pemuda Desa Mantun

BeneteNews – Tinggal di wilayah tambang membuat kebanyakan pemuda di sekitaran tambang Batu Hijau Nusa Tenggara Barat enggan untuk berwirausaha, bekerja di tambang adalah mimpi yang utama.
 
Disaat pemuda lain sibuk mencari pekerjaan, Jaharuddin pemuda Desa Mantun, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, menyibukan dirinya keluar masuk hutan di sekitaran wilayah tambang untuk mencari madu yang kemudian di budidaya dekat rumahnya.

“Alhamdulillah saya memiliki 38 stup madu trigona, semuanya saya dapatkan dengancara mencari ke dalam hutan,” ceritanya.

Ditemui di kediamannya sabtu (08/07/2018), Jaha menceritakan ketertarikannya untuk membudidaya madu trigona tersebut berawal satu tahun silam setelah secara tidak sengaja di ajak oleh rekannya untuk mengikuti pelatihan budidaya madu.

Keterbatasan modal untuk membeli bahan baku rumah madu (stup) bukan menjadi alasan untuk membudidaya madu trigona tersebut.

Untuk mendapatkan papan yang dijadikan stup madu, pemuda tersebut mencari sisah-sisah papan bekas sisah dari pengerjaan bagunan rumah di sekitaraanya.

“Biasanya saya cari ke rumah orang yang lagi membangun rumah, nah biasanya ada papan bekas cor-coran yang sudah tidak terpakai. Kadang ada yang ngasih kadang tidak,” paparnya sambil menunjukan stup hasil buatannya.

Keterbatasan tersebut, menjadikan motifasi tersendiri untuk terus berusaha memperbanyak budidaya madu trigona. 

Selain madu trigona, ia juga memiliki tiga stup madu sarana. Semua madu-madu tersebut ia dapatkan dari hutan.

Dalam perjalanan memcari madu, ia merasa prihatin dengan kondisi hutan ataupun gunung yang mulai di babat dan dibakar. 

“Kadang Pohong-pohon besar di tebang, tidak menutup kemungkinan Sumbawa, yang terkenal akan madunya akan punah, akibat tidak adanya tempat tinggal madu karena hutannya di rusak,” sesalnya. (li) 
 

Tuesday, July 10, 2018

Pilkades Benete Masukit Tahapan Pendaftaran

BeneteNews - Berdasarkan Keputusan BPD Desa Benete Kecamatan Maluk Nomor: 188/02/KEP/BPD/2018 tentang Pembentukan PPKD Desa Benete, bahwa di Desa Benete Kecamatan Maluk akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa, maka dengan ini diumumkan kepada seluruh warga Desa Benete Kecamatan Maluk bahwa telah dibuka pendaftaran untuk menjadi Bakal Calon Kepala Desa.

Adapun persyaratan untuk menjadi Bakal Calon Kepala Desa Benete adalah sebagai berikut :

Download di Sini

Wednesday, June 27, 2018

Berikut Hasil Pemilihan Pilgub Kecamatan Maluk

BeneteNews – Pemelihan Gubernur dan Wakil Gubernur provensi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung rabu 27 Juni 2018 di ikuti oleh empat pasangan calon. 

Dari 6134 jumlah pemilih yang ada di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat Pasangan calon nomor urut tiga menduduki posisi pertama berdasarkan pengumpulan data yang berada di 16  TPS yang ada di kecamaatan Maluk.

Adapun hasil pengumpulan data tersebut sebagai berikut Pasangan nomor urut satu mendapat 466 suara, pasangan nomor urut dua memperoleh suara 666, pasangan nomor urut tiga memperoleh suara 2233, dan pasangan nomor urut empat memperoleh suara 476. Dan total suarah sah sebanyak 3841.





Sunday, June 24, 2018

Liburan Lebaran Bukit Mantun Ramai di Kunjungi Wisatawan

Benetenews – Bukit Mantun yang berada di Desa Mantun, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), akhir-akhir ini ramai di kunjungi wisatawan.

Wisatawan yang berkunjung ke Bukit Mantun ini datang dari berbagai daerah, baik dari pulau Sumbawa sendiri maupun dari pulau Jawa.
Rohma, salah satu pengunjung yang berlibur di Sumbawa Barat mengungkapkan, Ia bersama suaminya sudah lama ingin berkunjung ke Bukit Mantun tersebut. 

“Alhamdulillah saya bisa berkunjung ke Bukit Mantu, biasanya saya hanya melihat keindahan bukit mantun dari media social. Sekarang saya melihat secara langsung keindahan Bukit Mantun,” ceritanya.

Pengunjung bisa menikmati kesejukan udara dan memandang keindahan garis bibir Pantai Teluk Balas atau dulunya bernama Pantai Maluk.
Selain menikmati keindahan alamnya, pengunjung di sediakan spot berfoto. Untuk berkunung dan berfoto di lokasi bukit mantun tersebut tidak di pungut biaya alis gratis. 

Adanya anak-anak tangga lebih mempermudah para pengunjung untuk tiba dilokasi yang dituju.

Anda ingin berlibur? Bukit Mantun bisa menjadi salah satu daftar tempat liburan Anda bersama keluarga tercinta. (li)

Monday, June 18, 2018

Keindahan dan Keunikan Masjid Apung Kota Bima

BeneteNews – Bima tidak hanya terkenal dengan Uma Lengge yang berada di Desa Maria Kecamatan Wawo, namun kini Bima memiliki Masjid Apung dengan gaya arsitekru yang unik.
Berada di pintu masuk Kota Bima, tepatnya di Jl Sultan Muhammad Salahuddin, Belo. Disebut sebagai masjid terapung karena rumah ibadah ini dibangun di atas perairan. Bentuknya yang unik membuat Amahami menjadi salah satu tempat yang bisa dikunjungi para wisatawan yang berkunjung ke Bima.
Mendapat kesempatan berkunjung ke Kota Bima yang memiliki julukan Kota Air tersebut tidak lengkap jika tidak berkunjung ke Masjid Apung tersebut.
Setelah melakukan perjalan yang panjang dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menuju Bima, kami menyempatkan diri untuk istirahat sejenak dan sholat ashar di Masjid Apung Kota Bima tersebut.

Lokasi parkir, tempat wudhu yang bersih membuat para pengunjung nyaman berada di tempat tersebut. Saat masuk kedalam masjid karpet merah dan lampu gantung menghiasi dalam masjid.
Hembusan angin yang tertiup dari arah pantai menambah kesejukan dan kenyamanan saat berada di dalam Masjid Apung tersebut. 

Selain memiliki keunikan masjid apung tersebut memiliki filosofi kepemimpinan yang disebut dengan “Nggusu Waru”. Dan juga di bagian depan depan diberi ornamen khas Bima yaitu bungan satoko. Satako dalam bahasa Bima berarti sebatang, filosofinya adalah orang yang ada di muka bumi harus bisa menebarkan kebaikan dimanapun mereka berada, seperti bungan yang menyebarkan aroma harum di sekelilingnya. 

Bagi Anda yang sedang berlibur ke Kota Bima, bisa menyempatkan diri untuk mampir dan melihat keindahan dan keunikan Masjid Apung Amahami. (li)

Monday, June 11, 2018

Wartawan Tewas di Tahanan, Dewan Pers Ibarat Entitas Psikopat

KOPI, Jakarta - M. Yusuf, seorang wartawan Sinar Pagi Baru harus mengalami nasib naas, tewas di dalam tahanan Polres Kota Baru, Kalimantan Selatan, saat sedang menjalani proses hukum atas dugaan pelanggaran UU ITE, Minggu, 10 Juni 2018. Almarhum ditangkap dan diajukan ke pengadilan atas pengaduan sebuah perusahaan perkebunan sawit milik konglomerat lokal, Andi Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal dengan nama Haji Isam. M. Yusuf harus mendekam di tahanan hingga meninggal karena tulisan-tulisan almarhum yang membela hak-hak masyarakat Pulau Laut yang diusir secara sewenang-wenang oleh pihak PT. MSAM, milik Haji Isam. Innalilahi wa innailaihi rojiun... RIP sang jurnalis pembela rakyat di kampungnya.
Terkait dengan peristiwa memilukan tersebut, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke menyampaikan rasa duka yang mendalam disertai keprihatinan yang amat sangat atas kondisi perlakuan aparatur hukum di negara ini terhadap wartawan. Untuk itu, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2018 ini menyampaikan rasa turut berdukacita kepada keluarga almarhum atas kematian M. Yusuf, semoga khusnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkannya selalu tabah, tawakal dan ikhlas menjalani situasi menyedihkan ini.

"Saya atas nama pribadi dan keluarga besar PPWI menyampaikan turut berbelasungkawa, berdukacita atas kematian rekan jurnalis senior, Bapak M. Yusuf. Semoga almarhum khusnul khotimah, keluarga yang ditinggalkannya senantiasa tabah, tawakal, dan ikhlas dalam menghadapi situasi sulit ini," kata Wilson melalui jaringan selulernya, Minggu, 10 Juni 2018.

Kejadian menyedihkan ini, lanjut pria yang menyelesaikan masternya pada bidang studi Applied Ethics di Utrecht University, Belanda, dan Lingkoping University, Swedia, itu adalah dukacita Pers Indonesia. Ada ratusan bahkan mungkin ribuan jurnalis lagi yang "menunggu giliran" mati, baik mati sendiri, terbunuh, maupun dibunuh. "Hakekatnya, kematian M. Yusuf adalah dukacita kita semua, rakyat Indonesia, terlebih khusus pekerja pers di negeri ini. Ada begitu banyak jurnalis yang saat ini berada pada posisi di pintu kematian, mati sendiri karena tekanan hidup dan mental, mati terbunuh dalam tugas, dan/atau sengaja dibunuh pihak tertentu," imbuh Wilson yang juga adalah Ketua Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (PERSISMA) itu dengan nada sedih.

Kondisi kehidupan pers selama ini yang tidak mendapatkan perlindungan serius dari negara, menurut Wilson, merupakan penyebab utama ancaman kematian demi kematian harus menjadi sahabat karib para wartawan dan pekerja media di seantero negeri ini. "Sebenarnya kita punya konstitusi, pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang sangat jelas menjamin hak seluruh rakyat untuk melakukan fungsi jurnalistik, yakni mengumpulkan, menyimpan, mengolah, dan menyebarluaskan informasi melalui segala saluran yang tersedia. Pasal itu kemudian diturunkan dalam bentuk undang-undang, salah satunya UU No 40 tahun 1999, yang dalam pasal 4 ayat (1) menyatakan: Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Ketika pers memberitakan sesuatu, yang notabene terkait dugaan pelanggaran hukum atau perbuatan yang merugikan kepentingan masyarakat, sang pekerja pers ditangkap polisi, ini sama artinya aparat polisi yang merupakan representasi negara di bidang penegakan hukum, telah melakukan pelanggaran konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku di negara hukum ini," jelas peraih kelulusan PPRA-48 Lemhannas dengan Nilai A (Lulus dengan Pujian) itu.

Wilson selanjutnya menduga bahwa ada kelindan kepentingan antara para pengadu delik pers dengan para oknum aparat kepolisian, juga dengan kejaksaan. Hampir semua kasus yang menimpa wartawan terkait dengan pekerjaan jurnalistiknya, sang terlapor dipaksa bersalah oleh para pihak berkepentingan itu melalui penerapan KUHP atau UU ITE, bukan UU No 40 tahun 1999 tentang Pers. "Sangat terang-benderang terlihat bahwa ada 'kerjasama' simbiosis mutualisme antara pihak pengadu dengan para oknum aparat di kepolisian dan bahkan kejaksaan. Sudah jelas kasusnya delik pers, tapi tetap saja dipaksakan menggunakan pasal-pasal KUHP atau UU ITE, bukan UU Pers. Apalagi kasus yang melibatkan konglomerat lokal di Tanah Bumbu itu, jangankan oknum di Polres, okum petinggi Mabes Polri bisa dibeli, kepentingan para mafia di lingkaran mereka dilindungi. Rakyat dibiarkan tertindas, wartawan dibunuh atau dibiarkan membusuk di penjara," ujar Wilson dengan nada geram.

Keadaan tersebut menurut alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad-21 itu, diperparah oleh berbagai kebijakan Dewan Pers yang memperlancar program 'pembunuhan wartawan' di seantero negeri. "Saya sudah kehabisan kata dan kalimat dalam menjelaskan hubungan antara kebijakan Dewan Pers dengan program alienisasi jurnalis selama ini. Wartawan kritis dan vokal, berani menyuarakan fakta dan kebenaran, digiring untuk menjadi pihak yang perlu diasingkan (red - alienasi). Caranya? Yaa, masukan ke bui. Melalui pola kriminalisasi dan pemenjaraan, hanya dua hal yang akan terjadi terhadap sang jurnalis: nyalinya mati atau orangnya mati," ungkap Wilson serius.

Rekomendasi-rekomendasi Dewan Pers yang mengarahkan para teradu delik pers ke ranah hukum umum dengan dalih si wartawan belum UKW, medianya belum terverifikasi Dewan Pers, dan/atau perusahaan media tidak sesuai keinginan Dewan Pers, hakekatnya ibarat pedang penebas leher para jurnalis. Dewan pers yang dibentuk berdasarkan pasal 15 UU No 40 tahun 1999, sesungguhnya dimaksudkan untuk mengembangkan kemerdekaan pers. Bukan sebaliknya, jadi badan pembungkam pers. "Menurut saya, akibat oknum tertentu pengurusnya, Dewan Pers saat ini secara kelembagaan telah menjadi semacam entitas pembunuh berdarah dingin, entitas sakit jiwa alias psikopat. Bayangkan saja, lembaga itu menyandang nama 'pers', namun bukannya bersimpati terhadap pekerja-pekerja pers, tapi malahan menggiring mereka masuk penjara dan membusuk di sana. Rekomendasi-rekomendasi itulah sebagai pedang yang digunakan untuk menyiksa wartawan kritis dimana-mana, tanpa rasa empati sama sekali, tanpa rasa bersalah, bahkan mungkin bangga. Itu ciri-ciri psikopat," tambahnya dengan mimik penuh prihatin.

Oleh karena itu, sambung Wilson, Presiden Republik Indonesia tidak boleh terus-menerus diam dan menonton saja berjatuhannya korban-korban dari kebijakan Dewan Pers selama ini. Sebagai seorang demokrat, mengutip kalimat Presiden saat berpidato di depan Munas Partai Demokrat beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi harus turun tangan meminta pertanggungjawaban Dewan Pers atas semua pelanggaran konstitusi dan UU No 40 tahun 1999 yang telah memakan korban rakyat pers dimana-mana. "Kita mendesak Presiden agar turun tangan, enough is enough, korban kriminalisasi pers sudah banyak, yang tewas juga sudah tidak terhitung jumlahnya. Kondisi saat ini sudah darurat, kemerdekaan pers tergadai di tangan oknum pengurus Dewan Pers yang tidak profesional dan melanggar konstitusi. Mohon Bapak Presiden Jokowi yang mulia, berkenanlah memberi perhatian yang semestinya kepada rakyatmu yang beraktivitas di dunia jurnalistik, mereka adalah kelompok pejuang yang amat penting, tanpa pangkat dan jabatan, bekerja mandiri penuh tekanan, untuk memenuhi hak publik, menyuplai informasi yang dibutuhkan masyarakat sepanjang masa," pungkas salah satu pendiri SMAN Plus Provinsi Riau dan pemilik SMK Kansai Pekanbaru itu. (TIM/Red). ...

Tuesday, May 08, 2018

Kesejukan Minum dari sumber mata air langsung

BeneteNews – Sejuk, Segar dan Tenang. Itulah kesan pertama memasuki kawasan Mata Air yang berada di Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memiliki sumber mata air.
Ikuti jejak Perjalan Selengkapannya di sesi, melihat lebih dekat sumber mata air pegunungan desa Benete di blog ini.

BUMDes Benete Masuk Kategori Berkembang

BeneteNews – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat mendapat kategori BUMDes Berkembang. Penilaian yang dilakukan oleh TIM Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumbawa Barat. 

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pendambingan bumdes di tingkat kecamatan, Selasa (08/05/2018).
Pembinaan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Maluk, di buka oleh sekertaris Camat Maluk dan ikuti oleh empat Pengurus Bumdes yang ada di kecamatan Maluk, yaitu Desa Benete, Desa Bukit Damai, Desa Mantun dan Desa Maluk.
Ketua TIM Pembina Bumdes Burhan Daeng Manggago mengungkapkan, kegiatan yang diikuti oleh pengurus bumdes tersebut merupakan bagian dari pada pembinaan Bumdes yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumbawa Barat. Dengan diakanannya kegitan tersebut nantinya akan didapati hasil dan kategori BUMDes, apakah masuk dalam kategori yang di tentukan. “Ini kita lakukan untuk mengetahuni apakah BUMDes Dasar, Tumbuh, Berkembang atau Maju,” ungkapnya.

Selain itu menurutnya tahun depan akan diberikan penghargaan kepada BUMDes yang berhasil. “Nanti kita akan berikan hadiah kepada BUMDes yang berhasil dan memberikan hukuman kepada bumdes yang pengelolaannya tidak sehat,” tambanya.

Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa indicator seperti kelengkapan Administrasi, Kelembagaan dan juga aturan.

Saturday, May 05, 2018

Pemdes Gelar Rapat Kordinasi dengan Bumdes

Benete – Rapat kordinasi antar lembaga yang diselenggarakan oleh pemerinta Desa Benete bersama Lembaga yang ada di Desa salah satunya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula kantor Desa Benete pada Jum’at malam (27/04, kordinasi dengan lembaga Desa tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa dan dihadiri oleh Baban Pemusyawaratan Desa (BPD), Ketu RT, PKK Desa, Toko Agama, Tokoh Masyarakat dan juga warga desa.

Kepala desa Sirajuddin dalam sambuatannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang sudah menyempatkan hadir dan ikut berpartisipasi dalam membangun desa kedepan yang lebih baik. “Terimah kasih saya sampaikan kepada tamu undangan, saya tau bapak/ibu saat ini lagi sibuk di sawah, tapi alhamdullah bapak/ibu menyempatkan diri untuk memenuhi undangan kami pemerinta desa,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut juga Kades memberikan pengelolaan berupa kursi dan terop yang sebelumnya di kelola langsung oleh pemerinta desa, kini akan dikelolah oleh BUMDes. “Selama ini kursi dan terop kami yang kelola (ret pemdes) semoga dengan dengan dikelolah oleh BUMDes dapat lebih maksimal pemanfaatannya,” harapnya.

BUMDes Benete, Pasarkan Produk Telur Lokal


BeneteNews – Untuk membantu kelompok usaha peternakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan pembinaan dan evaluasi kepada mitra usaha yaitu kelompok ternak saling beme Guna untuk meningkatkan produk pemasaran dan assas manfaat kepada pelanggan. Selasa (01/05/2018).

Kelompok Usaha tersebut berkomitmen untuk menjaga kualitas telur ayam yang dihasilkan. Untuk menjaga kualitas dari telur pihaknya selalu memperhatikan pakan yang diberikan kepada ayak dan kesehatan ayam. Selain itu, kebersihan kandang juga menjadi poin tersendiri. 

Pemasaran dilakukan sistim satu pintu yaitu hasil dari produksi telur ayam tersebut akan dipasarkan oleh unit usaha BUMDes.
“Alhamdullah kami merasa sangat terbantu dengan bermitra dengan BUMDes, kami tidak pusing lagi memikirkan pemasaran telur tersebut, karena sudah langsung diambil oleh BUMDes. Sehingga kami hanya memikirkan bagaimana meningkatkan produksi dan menjaga kualias,” papar Nurmain yang merupakan ketua kelompok.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com